Search

Content

Monday, December 31, 2012

Yuk Belajar Menulis Cerita Pengalaman, Melengkapi Cerita, Menentukan Unsur Cerita



gambar dari SINI 


Menulis Cerita Pengalaman

Menulis cerita pengalaman berarti menuangkan pikiran berupa pengalaman melalui tulisan. Untuk menulis pengalaman, pilihlah kata-kata yang menarik.

Berikut ini merupakan langkah-langkah menulis cerita pengalaman, yakni:

1. Tentukan pengalaman yang ingin ditulis tentang suatu hal.

2. Pilihlah kata-kata yang menarik sehingga diperoleh bahasa yang ekspresif dan mampu mengungkapkan pengalaman secara runut. Jangan lupakan unsur-unsur cerita sebagai penunjang kesinambungan dalam menulis cerita pengalaman.





Melengkapi Cerita

Cerita dapat berupa pengalaman atau pun berbagai topik lainnya. Untuk melengkapi sebuah cerita, diperlukan pemahaman membaca yang tepat.



Contoh cerita:

Amalia seorang anak perempuan yang jujur. Pukul 06.00 pagi, Amalia berangkat ke sekolah. Di jalan, Amalia bertemu dengan Pak Doyok yang baru pulang dari pasar. Pak Doyok membawa belanjaan yang cukup banyak. Pak Doyok pulang naik ojek.

Untuk membayar ojek, Pak Doyok mengambil uang dari dompetnya. Ketika akan memasukkan dompet itu ke dalam tas pinggangnya, tanpa disadari Pak Doyok dompetnya terjatuh. Pak Doyok tidak mengetahuinya dan langsung masuk ke dalam rumah.

.........................................................................................................................................................................................................................................................................



Untuk melengkapi cerita tersebut, diperlukan pemahaman tentang apa yang diceritakan dalam cerita, bagaimana alurnya, serta siapa tokoh-tokohnya.



Setelah mengetahui dan memahami semua itu, maka cerita dapat dilengkapi dengan kalimat-kalimat seperti berikut:

Amalia melihat dompet yang terjatuh itu. Kemudian, Amalia mengambil dompet itu dan mengembalikannya pada Pak Doyok. Pak Doyok pun merasa terharu melihat kejujuran Amalia. Sebagai hadiah terhadap kejujurannya, Pak Doyok memberi uang Rp10.000 untuk Amalia.





Menentukan Unsur-Unsur Cerita

Unsur cerita terbagi atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.



A. Unsur Intrinsik

Adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam karya sastra itu sendiri yang membangun karya itu dari dalam, dan ikut menentukan kualitas suatu karya sastra (seperti: cerita).

Unsur intrinsik cerita terdiri atas:

1. Tema

Adalah ide dasar suatu cerita atau pokok pembicaraan yang akan disampaikan dalam cerita. Tema merupakan titik tolak bagi pengarang untuk menulis sebuah cerita.

Tema terbagi atas dua, yakni tema mayor (tema utama), serta tema minor (tema tambahan atau tema pendukung dari tema utama).



2. Alur atau plot

Adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita yang disusun secara logis.

Menurut sifatnya, alur dapat dibagi menjadi:

a) Alur longgar

Disebut alur longgar apabila sebagian alur ditinggalkan, keutuhan cerita tidak terganggu.

b) Alur ketat

Disebut alur ketat apabila sebagian alur ditinggalkan, keutuhan cerita menjadi terganggu.



Menurut susunan pengisahannya, alur dibedakan menjadi:

a) Alur maju atau progresif

Adalah alur yang jalinan peristiwanya mulai dari awal hingga akhir cerita berjalan teratur atau runtut.

b) Alur mundur atau regresif

Adalah alur yang menceritakan peristiwa masa lampau. Alur ini kerap disamakan dengan alur flash black yang menempatkan akhir cerita di awal cerita, kemudian kembali ke masa lampau.

c) Alur campuran

Adalah alur yang menceritakan peristiwa masa kini hingga masa depan, namun juga memuat peristiwa masa lampau.

d) Alur klimaks

Adalah alur yang susunan peristiwanya menanjak, berangkat dari peristiwa biasa, lalu semakin meningkat hingga menjadi suatu peristiwa penting.

e) Alur antiklimaks

Adalah alur yang susunan peristiwanya cenderung menurun, mulai dari puncak konflik lalu menurun menuju peleraian masalah.

f) Alur kronologis

Adalah alur yang susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu.



Adapun urutan alur, yakni:

1) Awal (Exposition) : Pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya;

2) Tikaian (Inciting Force/ Ricing Action) : Mulai terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.

3) Gawatan/rumitan (Crisis) : Konflik tokoh-tokoh semakin seru;

4) Puncak (Climax) : Konflik paling memanas atau puncak konflik di antara tokoh-tokohnya;

5) Leraian (Falling Action) : Saat peristiwa atau konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap;

6) Akhir (Conclusion) : Seluruh peristiwa atau konflik selesai.

Bagian akhir terbagi atas tiga macam, yakni:

- Akhir cerita membahagiakan (denaument)

- Akhir cerita menyedihkan (catastroph)

- Akhir cerita bersifat terbuka (solution), pembaca dapat berimajinasi sendiri.



3. Amanat

Adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerita.



4. Tokoh

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita.

Berdasarkan jenisnya, ada dua macam tokoh:

a. Tokoh utama atau tokoh sentral

Tokoh utama adalah tokoh yang membawakan tema, dan memegang banyak peranan dalam cerita.

b. Tokoh tambahan atau tokoh pembantu

Tokoh tambahan adalah tokoh yang mendampingi karakter utama, dan tidak digambarkan secara detail oleh pengarang.



Berdasarkan perannya, ada dua macam tokoh:

a. Protagonis : tokoh yang mengangkat tema.

b. Antagonis : tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (tokoh antagonis belum tentu jahat).

c. Tritagonis : tokoh yang muncul di antara tokoh protagonis dan antagonis.



Berdasarkan perubahannya, ada dua macam tokoh:

a. Tokoh statis : tokoh yang tidak mengalami perubahan kepribadian dari awal sampai akhir cerita.

b. Tokoh dinamis : tokoh yang mengalami perubahan kepribadian. Tokoh ini umumnya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.



5. Perwatakan dan Penokohan

Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh di dalam cerita.

Perwatakan adalah karakterisasi atau sikap tokoh yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku tokoh dalam cerita.



Pengarang menggambarkan watak tokoh melalui:

a) Penjelasan langsung dari pengarang (tertulis);

b) Dialog antartokoh;

c) Tanggapan atau reaksi dari tokoh lain terhadap tokoh lainnya;

d) Pikiran-pikiran tokoh;

e) Bentuk fisik;

f) Lingkungan di sekitar tokoh atau penampilan tokoh;

g) Tingkah laku, tindakan tokoh, atau reaksi tokoh terhadap suatu masalah.



6) Latar

Latar adalah unsur dalam cerita yang menunjukkan di mana, bagaimana, dan kapan peristiwa dalam suatu cerita itu berlangsung. Latar berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana pada cerita.

Macam latar, yakni:

a) Latar tempat atau latar geografis : latar yang berkaitan dengan tempat kejadian di dalam cerita;

b) Latar waktu adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah historis;

c) Latar suasana atau latar sosial adalah latar yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat.



7) Sudut pandang

Sudut pandang merupakan posisi pengarang terhadap peristiwa-peristiwa di dalam cerita.

Macam sudut pandang, yakni:

a) Sudut pandang orang pertama pelaku utama

Apabila dalam cerita itu tokoh utamanya adalah pengarang itu sendiri, yang secara langsung terlibat dalam cerita. Sudut pandang ini menggunakan sebutan ‘aku’ atau ‘saya’ sebagai tokoh utama.

b) Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

Adalah sudut pandang yang menampilkan ‘aku’ hanya sebagai tokoh tambahan, yang mengantarkan tokoh lainnya yang lebih penting.

c) Sudut pandang orang kedua

Adalah sudut pandang yang berpedoman pada kata ‘kamu’ atau ‘Anda’. Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan banyak dalam cerita.

d) Sudut pandang orang ketiga pelaku utama

Adalah sudut pandang yang menceritakan orang ketiga sebagai tokoh utamanya. Sudut pandang ini menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti ‘dia’, ‘ia’, atau pun nama tokoh untuk menyebut tokohnya.

e) Sudut pandang orang ketiga serbatahu

Adalah sudut pandang di mana pengarang berada di luar cerita dan menjadi pengamat yang tahu segalanya, bahkan berdialog langsung dengan pembacanya.

f) Sudut pandang orang ketiga terbatas

Adalah sudut pandang di mana tokoh ‘dia’, ‘ia’, tidak banyak berperan dalam cerita, dan tidak banyak mengetahui karakter tokoh lain.



8) Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah cara khas dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan melalui bahasa. Gaya bahasa dapat berupa majas-majas (jika ada) dalam sebuah cerita.





B. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur karya sastra (seperti: cerita) yang mendukung dari luar sebuah karya sastra tersebut. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulis karya sastra dan memengaruhi karya sastra tersebut.

Unsur ekstrinsik meliputi:

1. Latar belakang kehidupan penulis;

2. Keyakinan dan pandangan hidup penulis;

3. Adat istiadat yang berlaku saat itu;

4. Situasi politik;

5. Situasi ekonomi;       

6. Kedudukan sosial pengarang;

7. Budaya pengarang;

8. Waktu yang melingkupi karya itu;

9. Nilai-nilai karya sastra, seperti nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, nilai estetika, nilai etika, nilai pendidikan, dsb.



Template images by nicolecioe. Powered by Blogger.
Dear lovely readers, I am so sorry that you can not copy and then paste what I posted in this blog. I hope you understand about it, for all the hard work I put in writing those postings. But if you really need some contents of what I've posted, you can contact me then via 'Contact Me' 's menu. Thank you for your sincere understanding. Happy reading and learning! :)